Kualitas kerja dan produktifitas sebagai karyawan sangat erat kaitannya dengan motivasi dan mood yang terkadang lesu karena berbagai sebab. Tidak kondusifnya suasanya di tempat kerja dan lingkungan kerja yang tidak disukai oleh karyawan menyebabkan banyak waktu terbuang percuma saat jam kerja berlangsung akibat stres yang kadang timbul karena berbagai sebab. Untuk anda sebagai karyawan atau anda sebagai atasan yang ingin meningkatkan produktifitas di tempat kerja, Simak beberapa hal yang bisa diidentifikasi sebagai
penyebab stres saat jam kerja berlangsung.
1. Tidak ada kehidupan pribadi
Jumlah jam kerja yang menggila juga membuat seseorang merasa stres. Belum lagi, jika atasan selalu menghubungi karyawan ketika mereka mengambil cuti atau sedang sakit. Hal semacam ini membuat karyawan tidak memiliki kesempatan untuk menikmati kehidupan pribadi mereka.
2. Masalah kesehatan
Shift malam dan lembur membuat karyawan sering menderita berbagai masalah kesehatan. Jika karyawan tidak mendapatkan cukup waktu untuk tidur dan jumlah waktu istirahat yang singkat, mereka akan mengalami kelelahan fisik maupun mental. Kondisi ini dapat menyebabkan stres yang akhirnya dapat mempengaruhi efisiensi seseorang dalam bekerja.
3. Infrastruktur yang buruk
Jika tempat kerja memiliki infrastruktur yang tidak memadai, seperti kipas, AC, lampu, karyawan akan merasa tidak betah. Sebagian besar atasan mungkin berpikir bahwa ini adalah masalah sepele, dan karyawannya tidak akan terpengaruh oleh hal tersebut. Tetapi sebenarnya, fasilitas yang layak di tempat kerja menjadi sesuatu yang harus diperhatikan karena itu akan membuat karyawan merasa nyaman bekerja.
4. Lingkungan dan rekan kerja yang membosankan
Saat ini, Anda terjebak dalam lingkungan kerja yang membosankan? Hal itu semakin diperparah dengan rekan kerja yang tidak kompeten? Mungkin menurut Anda, cara kerja mereka masih terlalu konvensional, dan sistem perusahaan yang kaku telah membuat Anda merasa seperti orang bodoh. Keadaan semacam ini juga bisa memicu stres di tempat kerja.
5. Tidak ada ruang untuk berkembang
Perkembangan yang dimaksud dalam hal ini adalah dalam hal upah dan intelektual. Seseorang mungkin akan tetap bertahan meski digaji sedikit, karena dia mungkin memperoleh banyak hal baru di kantornya. Namun lain kata, jika seseorang hanya dibayar rendah dan tidak mendapat ilmu dari pekerjaannya.